PertanyaanNikah & keluargaBagaimana cara agar rumah tangga harmonis dan suami bersikap baik ketika istri merasa selalu salah di mata suami meski sudah bertahun-tahun bersabar?
Lihat jawabanSembunyikan jawaban
Bagaimana cara agar rumah tangga harmonis dan suami bersikap baik ketika istri merasa selalu salah di mata suami meski sudah bertahun-tahun bersabar?
Lihat jawabanSembunyikan jawabanWa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah ﷻ memberikan ketenangan, kesabaran, dan keberkahan kepada ibu serta memperbaiki keadaan rumah tangga ibu. Pertama, perlu dipahami bahwa rumah tangga yang harmonis tidak mungkin terwujud hanya dengan usaha satu pihak. Suami dan istri sama-sama memiliki kewajiban yang diperintahkan Allah ﷻ. Allah Ta'ala berfirman: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut (ma'ruf).” (QS. An-Nisa: 19) Ayat ini menjadi dasar bahwa seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik, lembut, penuh kasih sayang, dan tidak menzaliminya. Rasulullah ﷺ bersabda: خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi no. 3895, shahih) Beberapa nasihat untuk ibu: 1. Perbaiki hubungan dengan Allah terlebih dahulu Kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dicari dengan memperbaiki pasangan, tetapi juga dengan memperbaiki hubungan kepada Allah. Allah berfirman: وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3) Perbanyak: • Shalat tepat waktu. • Qiyamul lail. • Membaca Al-Qur'an. • Istighfar. • Doa memohon perbaikan keluarga. 2. Terus berusaha menjadi istri yang salehah Rasulullah ﷺ bersabda: إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ “Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya: masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR. Ahmad, shahih) Namun perlu diingat, menaati suami hanya dalam perkara yang ma'ruf (baik), bukan dalam kemaksiatan. 3. Sampaikan keluhan dengan cara yang lembut Allah memuji kelembutan. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ “Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya.” (HR. Muslim no. 2594) Pilih waktu yang tenang, lalu sampaikan perasaan ibu tanpa nada menyalahkan. Misalnya: > “Abi, saya ingin menjadi istri yang lebih baik. Jika ada kekurangan saya, tolong bimbing saya. Saya ingin rumah tangga kita semakin baik.” Sering kali cara penyampaian yang lembut lebih mudah diterima daripada perdebatan. 4. Perbanyak doa untuk suami Di antara doa yang baik: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74) Doakan suami pada: • Sepertiga malam terakhir. • Saat sujud. • Menjelang berbuka puasa. • Di antara azan dan iqamah. 5. Bersabar, tetapi jangan membiarkan kezaliman Kesabaran adalah akhlak yang agung. Allah berfirman: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ “Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10) Akan tetapi, Islam tidak memerintahkan seseorang untuk menerima kezaliman terus-menerus tanpa mencari solusi. Jika suami melakukan kezaliman yang berat, seperti: • penghinaan terus-menerus, • kekerasan fisik, • tidak menunaikan hak-hak istri, • atau perlakuan yang melampaui batas, maka dianjurkan melibatkan pihak yang bijak dari keluarga atau tokoh agama yang memahami syariat untuk melakukan ishlah (perdamaian). Allah berfirman: فَابْعَثُوا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا “Maka utuslah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.” (QS. An-Nisa: 35) Penutup Jika ibu sudah bertahun-tahun berusaha menjadi istri yang baik, terus memperbaiki diri, menjaga shalat, menjaga kehormatan, melayani suami dalam perkara yang ma'ruf, namun masih mendapatkan perlakuan yang kurang baik, maka jangan berputus asa dari rahmat Allah. Bisa jadi kesabaran yang ibu jalani selama ini menjadi sebab diangkatnya derajat ibu di sisi Allah ﷻ. Nasihat para ulama Ahlus Sunnah adalah: tunaikan kewajiban yang Allah bebankan kepada kita, lalu serahkan hasilnya kepada Allah. Kita tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan orang lain, tetapi kita akan ditanya tentang apa yang telah kita lakukan. Semoga Allah memperbaiki keadaan suami ibu, melembutkan hatinya, menjadikan rumah tangga ibu penuh sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mengumpulkan ibu dan keluarga dalam kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam bish-shawab.
